Home » Kegiatan

Press Release Diskusi ISTECS Jepang: Membangun Industri, Sains dan Teknologi

28 February 2009 2 Comments

Tokyo, 28 Februari 2009 ISTECS Jepang kembali menggelar diskusi panel di Meguro, Tokyo, Jepang. Banyaknya peserta yang hadir membuat ruangan diskusi menjadi penuh sesak. Kali ini panelis yang dihadirkan tidak tanggung-tanggung, yaitu Dr. Mohamad Sohibul Iman, alumni Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) Jepang yang sudah lama pulang dan mengabdi di Indonesia bersama Rudi Wibowo MA, Kandidat Doktor pada Sophia University, Jepang.

Sesi pertama dibuka oleh Dr, Khoirul Anwar, Ketua ISTECS Jepang (JAIST Assistant Professor), dengan pemaparan bahwa strategi ISTECS Jepang dengan 3T: Tampil (menampilkan SDM baru), Tumbuh (menumbuhkan dan mengasah kompetensi SDM), Tokoh (pada akhirnya mampu menjadi tokoh-tokoh baru yang kuat di bidang masing-masing) harus terus dipertahankan dan terus direalisasikan.

Kemajuan Sains dan Teknologi Harus Diimbangi Dengan Kemajuan Moral / Spiritual

Pada sesi kedua, Dr. Sohibul Iman mengawali paparannya tentang kemajuan sains dan teknologi yang menjadi bagian dari proses transformasi masyarakat. Dia menemukan bahwa negara-negara seperti Jepang dan Amerika maju di bidang sains tapi tidak bisa menikmatinya. Mereka ibarat orang-orang yang kesepian di tengah keramaian. Justru orang-orang asing lah yang sekarang merasakan manfaat kemajuan sains dan teknologi mereka. Hal ini dikarenakan pembangunan sains dan teknologi yang telah dicapai kurang diimbangi dengan nilai spiritual yang baik. Dr. Iman tidak menginginkan hal seperti ini terjadi di Indonesia. Apakah di dunia ada Negara yang telah mencapai dua-duanya? Dr. Iman mengatakan ada, yaitu masyarakat Madani.

Industri Indonesia Akan Kuat Jika Berbasis Pertanian

Terkait dengan industrialisasi, dikatakan oleh beliau bahwa pembagunan industri yang kuat harus berdasarkan pada pertanian (agriculture-based industrialization) karena 40%-50% masyarakat Indonesia bertani. Agriculture di sini tidak terbatas pada pertanian di darat, namun juga meliputi perikanan yang menempati porsi besar sebagai mata pencaharian rakyat Indonesia, terutama di daerah pesisir pantai.

Dr. Iman kemudian mengingatkan bahwa setelah industri, sains beserta teknologi dibangun, rule of the game harus benar-benar ditegakkan. Jangan sampai ada gedung-gedung mewah yang mirip di Jepang, di Korea, Amerika tapi aturan dan mental yang ada di dalamnya sama sekali jauh dari mereka, tidak mencerminkan indahnya dan megahnya gedung-gedung tersebut. Ini adalah tantangan besar bagi Indonesia. Pungutan liar walaupun kecil juga harus diberantas.

Peran Pemerintah Pada High-risk Development Seperti Sains dan Teknologi

Berkaitan dengan model pembangunan, Dr. Iman menemukan bahwa market enhancing view model sangat tepat di Indonesia, yaitu model di mana efisiensi harus diserahkan pada pasar, tetapi pemerintah tetap melakukan regulasi, terutama terkait dengan hal-hal yang memiliki high risk, seperti pengembangan sains dan teknologi. Pengembangan sains dan teknologi tidak bisa diserahkan kepada pasar, pemerintah lah yang harus mengaturnya. Antara pemerintah dan swasta, mereka harus saling melengkapi bukan saling menggantikan. Jadi konsep ini adalah konsep pertengahan dari development state view, di mana pemerintah mengontrol semuanya ataupun development market view di mana semuanya diserahkan kepada pasar.

Model Bisnis harus Banyak

Dr. Iman menyebutkan bahwa ekonomi yang akan kuat menghadapi krisis harus memiliki bisnis model yang sebanyak mungkin. Indonesia jangan hanya mengandalkan 10 buah bisnis model saja seperti saat ini, misalnya hanya mengandalkan tekstil. Bisnis model lainnya harus diperbanyak, sehingga jika ada barang dari luar negeri, misalnya tekstil China dan Thailand datang, dan harga mereka lebih murah, Indonesia masih bisa mengandalkan bisnis model lainnya, sehingga ekonomi Indonesia akan tetap kuat. Akan sangat baik jika bisnis model tersebut adalah bisnis yang unik yang tidak dimiliki negara-negara pesaing.

Dua Potensi Besar

Setidaknya ada dua potensi besar Indonesia yang masih tersimpan dan keduanya dapat digunakan untuk kemajuan Industri Indonesia, yaitu technopreneurship dan seni. Pada sisi technopreneurship, banyak sekali doktor yang dihasilkan lewat progam Prof. Habibie. Saat ini kebanyakan masih di luar negeri dan sebagian sudah pulang ke Indonesia, tapi sayangnya kurang mendapatkan perhatian. Jika mereka semua disatukan, ini akan menjadi sebuah energi yang besar bagi kemajuan sains dan teknologi Indonesia. Kemudian dari sisi seni, ternyata Indonesia memiliki jiwa seni yang tinggi, bisa kita lihat di Malaysia, betapa banyak mereka menggemari lagu-lagu dari Indonesia. Atau mari kita lihat di Singapura, banyak mereka yang membaca novel Ayat-ayat Cinta di kereta-kereta. Ini menunjukkan bahwa Indonesia punya potensi-potensi besar dan kelebihan-kelebihan yang harus segera dimanfaatkan dan di-manage dengan baik.

Nelayan Indonesia Butuh Teknologi

Pada sesi terakhir, Dr. Rudi Wibowo memberikan ilustrasi yang sangat jelas tentang kehidupan orang laut (sea people) dari Batam sampai dengan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Dipaparkan oleh beliau bahwa masih banyak sekali masyarakat kita yang berprofesi sebagai nelayan dan mereka sangat memerlukan perhatian sains dan teknologi. Di Jepang orang menangkap ikan tuna sendirian dan tidak perlu menunggu berjam-jam seperti para nelayan kita. Orang kita ketika dapat menangkap satu ekor tuna, lalu harus pulang karena tidak punya teknologi pendingin sebagaimana para nelayan Jepang.

Terkait tangkapan ikan hidup dan mati, ikan hidup bisa seharga 150 ribu, tapi ketika sudah mati hanya 10 ribu. Tangkapan para nelayan Indonesia biasanya sampai di tempat penjualan, misalnya Singapura, hampir 90% mati saat tiba di tempat tujuan. Mereka perlu teknologi tepat guna untuk menjaga ikan-ikan ini tetap hidup.

Acara ini termasuk yang menarik sepanjang dua tahun terakhir, bersama pembicara ahli seperti Dr. Iman dan Pak Rudi dengan pemaparan mereka yang sangat jelas dan aplikatif.

2 Comments »

  • Ida Bagus Charma said:

    Rekan2 dari ISTECS yth,

    Membaca artikel diatas kamai merasa ada suatu visi dan misi atau bisa disebut cita2 yang sama ke depan.Saya profesi sebagai Profesional Arsitek, sejak tahun 1985 mendata lika-liku,situasi dan kondisi ekonomi Indonesia, sekaligus sebagai pelakunya.Pada tahun 1999, kami mulai menyusun schema jaringan bisnis berbasis technology, yang mungkin akan cocok dengan kondisi di Indonesia, terutama kami tujukan untuk para pelaku UMKM, yang sampai saat ini belum jelas descripsinya.Kemudian pada bulan agustus 2008 software content yang kami beri nama TechnomanN, kami presentasikan di lingkungan Microsoft Indonesia, dengan harapan mereka bisa membantu mengaplikasikan kedalam system Software.Ternyata dalam paparan kami tidak lebih dari 1 jam, mereka (Microsoft Indonesia) menerima kami sebagai partner untuk mengembagkan system TechnomanN dimaksud untuk dikembangkan.Untuk itu melalui response kami ini, kami mengharapkan bisa bertemu dengan Bapak DR.Mohammad Sohibul Imam dan Bapak Rudi wibowo MA, setiap waktu yang luang untuk beliau2. Kami ingin bicara mengenai Technopreneur,Science-technology-Network, Socioeconomic-education-Sociocapitalism dan illustrasi berkenaan dengan bantuan technology yang sudah dicobakan kepada Petani Rumput Laut di Nusa Penida dan Petani Salak di Karangasem, dua2nya di Bali dan juga rencana bantuan bagi Nelayan Penangkap Ikan malalui manfaat GPS.Demikian kami sampaikan response ini dan sekali lagi semoga beliau berdua berkenan menerima kami sekedar mengembangkan aplikasi Software Content TechnomanN, yang sedang kami bangun,terimakasih atas perhatiannya.(IB.Charma-TechnomanN/Technophiles Management Network ).

  • Mike said:

    Hi, nice posts there :-) thank’s for the interesting information

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.