Pengumuman Sayembara: Menuju Kota yang lebih Manusiawi di Indonesia
Lembaga kajian iptek, ISTECS (Institute for Science and Technology Studies) Chapter Jepang mengadakan bedah artikel pemenang Sayembara Karya Tulis dengan tema: Menuju Kota yang lebih Manusiawi di Indonesia pada kesempatan Temu Ilmiah Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang bertempat di Kyoto University, Sabtu 25 Agustus 2007. Sayembara karya tulis ini sendiri dilaksanakan sepanjang bulan Juni dan Juli 2007 atas kerjasama ISTECS dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jepang dan LSM Humane City Foundation, Bandung.
Acara yang dikemas dalam bentuk diskusi panel ini menampilkan Dr. Ratno Nuryadi selaku ketua ISTECS chapter Jepang dan Dr. Fauzy Ammari, selaku wakil dewan juri. Dalam paparannya Ratno menyatakan maraknya fenomena lingkungan perkotaan yang tidak lagi ideal dan manusiawi di Indonesia menjadi latar belakang diadakannya sayembara ini. Lewat kegiatan ini diharapkan akan terjaring ide-ide konseptual yang cerdas dan aplikatif dalam mewujudkan kota yang lebih manusiawi di Indonesia.
Dari sejumlah 102 naskah yang masuk dari seluruh Indonesia, termasuk pula dari warga Indonesia yang berdomisili di luar negeri seperti Jepang dan Amerika, dipilih 3 pemenang utama. Pemenang pertama sayembara ini adalah Eva Bachtiar dari ITB Bandung dengan tema yang diangkat “Kota Humanis untuk Kaum Difable (Differently abled people-red)”. “Paparan yang tajam dan lugas disertai dengan fakta-fakta lengkap dari berbagai referensi mengenai kondisi kaum difable dan pesan-pesan perubahan paradigma dalam memandang kaum difable menjadi faktor utama terpilihnya artikel ini sebagai pemenang”, demikian Fauzy. Sedangkan pemenang kedua, Ummi Salamah, wiraswasta dari Bogor yang mengangkat tema “Meraup Untung dari Sampah”, menegaskan kembali pentingnya pengelolaan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah yang integratif dengan industri pengolahan limbah sampah, seperti kompos, sebagai salah satu solusi permasalahan sampah. Adapun pemenang ketiga Muhamad Koeswadi dari Universitas Trisakti, Jakarta menitikberatkan pada pendidikan dan pembangunan kesadaran warga kota dalam hal tata krama hidup di perkotaan yang harmonis dan ramah lingkungan, dalam makalahnya yang berjudul: “Menyongsong Kota yang Manusiawi, Menghargai Alam”.
“Kepada pemenang pertama, kedua dan ketiga akan diberikan hadiah uang sejumlah 5 juta, 3 juta dan 2 juta rupiah”, seperti dikatakan oleh Dr. Ratno. “Harapan kami, gagasan-gagasan serta ide-ide konstruktif yang terjaring dapat segera dirangkum untuk kemudian dapat disampaikan pada pemegang kebijakan di Indonesia”, imbuhnya.










Leave your response!