Home » Kegiatan, Publikasi

Kajian Menuju Kota Yang Humanis

28 May 2007 No Comment

Lembaga kajian IPTEK, ISTECS (Institute for Science and Technology Studies) Chapter Jepang kembali mengadakan kajian ilmiah pada hari Sabtu (26/5) di Nagoya University, Jepang dengan tema sentral menuju kota yang humanis/manusiawi. Kajian kali ini difokuskan pada topik pencemaran udara di Jakarta beserta dampaknya terhadap ekonomi dan solusinya, dengan nara sumber Dr. Fauzy Ammari, senior konsultan Dainichi Consultant Inc. Japan.

Fauzy, yang pernah menjadi konsultan ahli Departemen PU dan Bappenas tahun 2004 dan 2005, dan juga terlibat dalam berbagai proyek penelitian dan peningkatan kualitas udara di daerah perkotaan di Indonesia, menjelaskan secara rinci kondisi pencemaran udara yang sudah akut di kota Jakarta dalam paparan  ilmiahnya. Pencemaran udara kota Jakarta telah menyebabkan dampak yang besar bagi kesehatan, tumbuhan, bangunan dan pemanasan global, dan yang mungkin sangat tidak disadari oleh sebagian besar masyarakat adalah kerugian ekonomi yang ditimbulkannya. Studi yang disponsori ADB RETA pada tahun 2002 di Jakarta, memperkirakan kerugian ekonomi terhadap kondisi kesehatan yang disebabkan pencemaran udara (SO2, NO2, PM10) pada tahun 1998 mencapai 3,5 Triliun rupiah, dan diprediksi akan meningkat menjadi 8,6 Triliun rupiah pada tahun 2015 jika tidak dilakukan langkah-langkah penanggulangan yang signifikan.

Dari kerangka kelembagaan, Fauzy menilai setidaknya ada 5 kelemahan yang perlu diperbaiki dalam upaya peningkatan kualitas udara perkotaan. Yaitu tumpang tindihnya kewenangan antara instansi-instansi yang terkait, adanya ketidak sinkronan antara produk kebijakan yang ada, lemahnya penegakkan hukum, rendahnya inisiatif pemerintah daerah dalam pengelolaan kualitas udara dan rendahnya dana yang dialokasikan. Dalam kasus DKI Jakarta saja pada tahun 2005, pemda hanya mengalokasikan 4.05% dari tabungan bersih daerah untuk program yang terkait perbaikan kualitas udara perkotaan.

Menutup paparannya, Fauzy menyampaikan berbagai strategi untuk mengatasi masalah polusi udara ini, prioritasnya diantaranya pada pengendalian emisi industri serta manajemen transportasi sebagai kontributor utama polusi udara di perkotaan. Untuk jangka panjang, perlunya strategi penggunaan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.