<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>ISTECS - Institute for Science and Technology Studies</title>
	<atom:link href="http://www.istecs.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.istecs.org</link>
	<description>Towards Empowering and Enlightening Society</description>
	<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 05:32:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Laporan SEMINAR ISTECS-PPI HOKURIKU 2009</title>
		<link>http://www.istecs.org/laporan-seminar-istecs-ppi-hokuriku-2009/</link>
		<comments>http://www.istecs.org/laporan-seminar-istecs-ppi-hokuriku-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 01:31:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anwar-k</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[Hokuriku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.istecs.org/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah pada Ahad, 26 Juli 2009, telah terlaksana dengan sangat sukses acara SEMINAR ISTECS-PPI HOKURIKU di Fukui, Jepang. Peserta seminar ternyata melebihi perkiraan kami, total ada sekitar 40-an lebih peserta (plus anak2), yang menghadiri dan turut berpartisipasi dalam acara ini. (Jumlah ini cukup fantastis bagi kami di Hokuriku).
ISTECS menyampaikan terima kasih kepada Panitia di Fukui, Mas Adrian Rabuna, Mas Ali Khumaeni, Pak Khairuman, pak Munadi dan teman2 lainnya, PPI Hokuriku, pak Aminudin Arif (Toyama) atas kerja samanya yang luar biasa.
Dari 6 presenter, alhamdulillah semuanya sangat bermanfaat untuk membangun Indonesia ke depan.
Peserta sangat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah pada Ahad, 26 Juli 2009, telah terlaksana dengan sangat sukses acara SEMINAR ISTECS-PPI HOKURIKU di Fukui, Jepang. Peserta seminar ternyata melebihi perkiraan kami, total ada sekitar 40-an lebih peserta (plus anak2), yang menghadiri dan turut berpartisipasi dalam acara ini. (Jumlah ini cukup fantastis bagi kami di Hokuriku).</p>
<p>ISTECS menyampaikan terima kasih kepada Panitia di Fukui, Mas Adrian Rabuna, Mas Ali Khumaeni, Pak Khairuman, pak Munadi dan teman2 lainnya, PPI Hokuriku, pak Aminudin Arif (Toyama) atas kerja samanya yang luar biasa.</p>
<p>Dari 6 presenter, alhamdulillah semuanya sangat bermanfaat untuk membangun Indonesia ke depan.<br />
Peserta sangat antusias dan mendengarkan paparan presenter dan harus kita potong karena keterbatasan waktu.</p>
<p>1. <strong>Khoirul Anwar</strong>: menyampaikan tentang pentingnya bekerja sama, dan yakin/confidence akan kemampuan kita bersama, Indonesia, termasuk strategi pengembangan ICT/TIK Indonesia sehingga kita bisa menjadi no.7 Asia atau No.1 ASEAN dan topik penelitian yang urgen untuk diteliti di Indonesia.</p>
<p>2. <strong>Ramadhani Eka Putra</strong>: Pentingnya membuat Satoyama di Indonesia, yg akan mampu menjaga keunikan lokal Indonesia, misalnya ke mana apel Malang sekarang? alasan realistiknya lebih karena tidak terjaganya satoyama di sana.</p>
<p>3. <strong>Dodik Kurniawan (WGTT):</strong> Pentingnya transfer teknologi terutama dari Jepang ke Indonesia, karena teknologi tidak diperoleh secara gratis. Jadi bagi yg diJepang manfaatkan waktu untuk benar2 belajar. Di sini teman2 trainee mempunyai andil besar untuk transfer teknologi.</p>
<p>4. <strong>Ali Khumaeni:</strong> Pentingnya aplikasi plasma yang diproduksi dengan laser di Indonesia dan beberapa aplikasi laser untuk analisis bahan termasuk untuk analisis reaktor Nuklir.</p>
<p>5. <strong>Teuku Khairuman:</strong> Pentingnya pemahaman tentang gempa dan tsunami serta pengembangan teknologi untuk meminimalisasoi kerusakan di Indonesia.</p>
<p>6. <strong>Yayu Indriyani</strong>: Pentingnya mengisi waktu ibu-ibu dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti mengikuti klub yg di sana kita bisa belajar/mencari ilmu bersama orang Jepang dan juga memperkenalkan budaya Indonesia Sehingga sekembali kita ke Indonesia telah memliki keahlian.</p>
<p>Acara juga diselingi dengan penampilan Angklung Ishikawa, dengan lagu &#8220;Tanah Airku Cipt. Ibu Sud&#8221; yang mengingatkan kita bahwa meskipun kita pergi jauh, ke negeri yang masyur dikata orang, tidak akan lupa Indonesia. Kemudian lagu Burung Kakaktua yang cukup menghibur orang tua dan anak2.</p>
<p>Terakhir baru dilaksanakan Mukerda PPI Hokuriku, yang salah satu di antara point yang disepakati adalah melajutkan kembali pola Kerja Sama ISTECS dan PPI Hokuriku di Tahun Depan.</p>
<p>Demikian laporan sekilas SEMINAR ISTECS PPI Hokuriku 2009. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.istecs.org/laporan-seminar-istecs-ppi-hokuriku-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar ISTECS RG Hokuriku dan PPI Korda Hokuriku</title>
		<link>http://www.istecs.org/seminar-istecs-rg-hokuriku-dan-ppi-korda-hokuriku/</link>
		<comments>http://www.istecs.org/seminar-istecs-rg-hokuriku-dan-ppi-korda-hokuriku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 14:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anwar-k</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[Hokuriku]]></category>

		<category><![CDATA[ISTECS]]></category>

		<category><![CDATA[PPI]]></category>

		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.istecs.org/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[CALL FOR PRESENTATION SEMINAR ISTECS - PPI HOKURIKU 2009
ISTECS Research Group (RG) Hokuriku dan PPI Korda Hokuriku mengundang seluruh elemen masyarakat Indonesia (Pelajar, Peneliti, Bapak/Ibu Rumah Tangga, Trainee dan Perawat) di Jepang untuk mempresentasikan hasil penelitian dan/atau pengalaman (Experience) yang didapat selama tinggal di Jepang. Dari seminar ini diharapkan kita bisa saling tukar pengalaman dan mengambil pelajaran untuk perbaikan masyakarat Indonesia baik yang tinggal di dalam maupun di luar negeri.
Silakan mengirimkan Judul, nama penulis dan afiliasi/alamat kepada Khoirul Anwar (anwar-k [at] jaist.ac.jp) paling lambat 24 Juli 2009 pukul 23:00 Waktu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CALL FOR PRESENTATION SEMINAR ISTECS - PPI HOKURIKU 2009</strong></p>
<p>ISTECS Research Group (RG) Hokuriku dan PPI Korda Hokuriku mengundang seluruh elemen masyarakat Indonesia (Pelajar, Peneliti, Bapak/Ibu Rumah Tangga, Trainee dan Perawat) di Jepang untuk mempresentasikan hasil penelitian dan/atau pengalaman (Experience) yang didapat selama tinggal di Jepang. Dari seminar ini diharapkan kita bisa saling tukar pengalaman dan mengambil pelajaran untuk perbaikan masyakarat Indonesia baik yang tinggal di dalam maupun di luar negeri.</p>
<p>Silakan mengirimkan Judul, nama penulis dan afiliasi/alamat kepada Khoirul Anwar (anwar-k [at] jaist.ac.jp) paling lambat 24 Juli 2009 pukul 23:00 Waktu Jepang.</p>
<p>Seminar akan dilaksanakan pada:<br />
Hari, Tanggal: Minggu, 26 Juli 2009<br />
Tempat: Fukui City Culture Hall (Fukui-shi Bunka Kaikan) Lt.3 (Dai 3 Kaigishitsu)<br />
2-7-1 Haruyama Fukui-shi Fukui-ken (910-0019)<br />
TEL： 0776-20-5010<br />
FAX ： 0776-24-9198<br />
Homepage:  <a class="moz-txt-link-freetext" href="http://www2/">http://www2</a>. fctv.ne.jp/ ~bunka43/ bunka/bunka. html</p>
<p>Topik yang diharapkan (tapi tidak terbatas) sebagai berikut:</p>
<p><strong>Sains:<br />
</strong>- Kimia<br />
- Fisika<br />
- Farmasi<br />
- Matematika<br />
- Biologi<br />
- dll.</p>
<p><strong>Teknologi:<br />
</strong>- Teknik Elektro<br />
- Teknik Fisika<br />
- Teknik Nuklir<br />
- Teknik Kimia<br />
- Teknik Industri<br />
- Teknik Sipil<br />
- Teknik Arsitektur<br />
- Teknik Informatika<br />
- Teknik Telekomunikasi<br />
- dll</p>
<p><strong>Aplikasi (pengalaman) :<br />
</strong>- Pendidikan Anak-anak di Jepang<br />
- Pengobatan<br />
- Belajar Bahasa<br />
- dll</p>
<p><strong>Para Presenter:</strong></p>
<p>1. Khoirul Anwar, &#8220;<em>Menggali Hikmah <span id="lw_1248477520_0" class="yshortcuts" style="background: none transparent scroll repeat 0% 0%; cursor: hand; border-bottom: medium none;">Sains dan Teknologi</span> menuju Masyarakat Berprestasi: Sebuah Analisis dari Wireless Communications</em>&#8220;.<br />
2. Khairuman, &#8220;<em>Tinjauan Propagasi SH-Wave di sekitar Elastic Inclusions Menggunakan Pendekatan CQ-BEM</em>&#8220;.<br />
3. Sri Yayu Indriyani, &#8220;<em>Menjadi Ibu <span id="lw_1248477520_1" class="yshortcuts" style="cursor: hand; border-bottom: #0066cc 1px dashed;">Rumah Tangga</span> Bermanfaat di Jepang</em>&#8220;.<br />
4. Ali Khumaeni: &#8220;<em>Laser-Produced Plasma dan Aplikasinya di <span id="lw_1248477520_2" class="yshortcuts">Indonesia</span></em>&#8221;<br />
5. Ramadhani Eka Putera :&#8221;<em>Satoyama: Sebuah Sistem Manajemen Lingkungan Jepang beserta Prospeknya di Masa Depan</em>&#8221;<br />
6. Dodik Kurniawan, WGTT: &#8220;<em>Menuju Indonesia Mandiri melalui Transfer Teknologi : Kilas Balik Perjalanan WGTT 2007 - 2010</em>&#8221;</p>
<p><strong>Tentatif Acara:</strong></p>
<p>09:30 - 10:00 Pembukaan oleh moderator, sambutan ISTECS, Sambutan PPI<br />
10:00 - 12:30 Presentasi (6 presenter, masing2 max 25 menit, 20P+5QA)<br />
12:30 - 14:30 Sholat, Makan, Hiburan (angklung), silaturahim<br />
14:30 - 16:30 Mukerda PPI Hokuriku<br />
16:30 - 16:45 Penutupan<br />
16:45 - 17:00 Bersih-bersih ruangan kemudian pulang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.istecs.org/seminar-istecs-rg-hokuriku-dan-ppi-korda-hokuriku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Press Release Diskusi ISTECS Jepang: Membangun Industri, Sains dan Teknologi</title>
		<link>http://www.istecs.org/press-release-diskusi-istecs-jepang-membangun-industri-sains-dan-teknologi/</link>
		<comments>http://www.istecs.org/press-release-diskusi-istecs-jepang-membangun-industri-sains-dan-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 14:22:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.istecs.org/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Industrialisasi berbasis pertanian dan penjagaan nilai-nilai spiritual. Kebutuhan nelayan Indonesia akan teknologi. Itulah ikhtisar Diskusi Panel ISTECS yang diadakan di Tokyo, Jepang pada tanggal 28 Februari 2009 ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span id="lw_1235829167_1" class="yshortcuts">Tokyo, </span>28 Februari 2009</strong> ISTECS Jepang kembali menggelar diskusi panel di Meguro, Tokyo, Jepang. Banyaknya peserta yang hadir membuat ruangan diskusi menjadi penuh sesak. Kali ini panelis yang dihadirkan tidak tanggung-tanggung, yaitu Dr. Mohamad Sohibul Iman, alumni <em>Japan Advanced Institute of Science and Technology</em> (JAIST) Jepang yang sudah lama pulang dan mengabdi di Indonesia bersama Rudi Wibowo MA, Kandidat Doktor pada Sophia University, Jepang.</p>
<p>Sesi pertama dibuka oleh Dr, Khoirul Anwar, Ketua ISTECS Jepang (JAIST Assistant Professor), dengan pemaparan bahwa strategi ISTECS Jepang dengan 3T: Tampil (menampilkan SDM baru), Tumbuh (menumbuhkan dan mengasah kompetensi SDM), Tokoh (pada akhirnya mampu menjadi tokoh-tokoh baru yang kuat di bidang masing-masing) harus terus dipertahankan dan terus direalisasikan.</p>
<h3><span id="lw_1235829167_2" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Kemajuan Sains dan Teknologi</span> Harus Diimbangi Dengan Kemajuan Moral / Spiritual</h3>
<p>Pada sesi kedua, Dr. Sohibul Iman mengawali paparannya tentang <span id="lw_1235829167_3" class="yshortcuts">kemajuan sains dan teknologi</span> yang menjadi bagian dari proses transformasi masyarakat. Dia menemukan bahwa negara-negara seperti Jepang dan Amerika maju di bidang sains tapi tidak bisa menikmatinya. Mereka ibarat orang-orang yang kesepian di tengah keramaian. Justru orang-orang asing lah yang sekarang merasakan manfaat <span id="lw_1235829167_4" class="yshortcuts">kemajuan sains dan teknologi</span> mereka. Hal ini dikarenakan pembangunan sains dan teknologi yang telah dicapai kurang diimbangi dengan nilai spiritual yang baik. Dr. Iman tidak menginginkan hal seperti ini terjadi di Indonesia. Apakah di dunia ada Negara yang telah mencapai dua-duanya? Dr. Iman mengatakan ada, yaitu <span id="lw_1235829167_5" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;">masyarakat Madani</span>.</p>
<h3>Industri Indonesia Akan Kuat Jika Berbasis Pertanian</h3>
<p>Terkait dengan industrialisasi, dikatakan oleh beliau bahwa pembagunan industri yang kuat harus berdasarkan pada pertanian (<em>agriculture-based industrialization</em>) karena 40%-50% masyarakat Indonesia bertani. <em>Agriculture </em>di sini tidak terbatas pada pertanian di darat, namun juga meliputi perikanan yang menempati porsi besar sebagai mata pencaharian rakyat Indonesia, terutama di daerah pesisir pantai.</p>
<p>Dr. Iman kemudian mengingatkan bahwa setelah industri, sains beserta teknologi dibangun, <em>rule of the game </em>harus benar-benar ditegakkan. Jangan sampai ada gedung-gedung mewah yang mirip di Jepang, di Korea, Amerika tapi aturan dan mental yang ada di dalamnya sama sekali jauh dari mereka, tidak mencerminkan indahnya dan megahnya gedung-gedung tersebut. Ini adalah tantangan besar bagi Indonesia. Pungutan liar walaupun kecil juga harus diberantas.</p>
<h3>Peran Pemerintah Pada High-risk Development Seperti <span id="lw_1235829167_6" class="yshortcuts">Sains dan Teknologi</span></h3>
<p>Berkaitan dengan model pembangunan, Dr. Iman menemukan bahwa <em>market enhancing view model </em>sangat tepat di Indonesia, yaitu model di mana efisiensi harus diserahkan pada pasar, tetapi pemerintah tetap melakukan regulasi, terutama terkait dengan hal-hal yang memiliki <em>high risk</em>, seperti pengembangan sains dan teknologi. Pengembangan <span id="lw_1235829167_7" class="yshortcuts">sains dan teknologi</span> tidak bisa diserahkan kepada pasar, pemerintah lah yang harus mengaturnya. Antara pemerintah dan swasta, mereka harus saling melengkapi bukan saling menggantikan. Jadi konsep ini adalah konsep pertengahan dari <em>development state </em>view, di mana pemerintah mengontrol semuanya ataupun <em>development market view </em>di mana semuanya diserahkan kepada pasar.</p>
<h3>Model Bisnis harus Banyak</h3>
<p>Dr. Iman menyebutkan bahwa ekonomi yang akan kuat menghadapi krisis harus memiliki bisnis model yang sebanyak mungkin. Indonesia jangan hanya mengandalkan 10 buah bisnis model saja seperti saat ini, misalnya hanya mengandalkan tekstil. Bisnis model lainnya harus diperbanyak, sehingga jika ada barang dari luar negeri, misalnya tekstil China dan Thailand datang, dan harga mereka lebih murah, Indonesia masih bisa mengandalkan bisnis model lainnya, sehingga ekonomi Indonesia akan tetap kuat. Akan sangat baik jika bisnis model tersebut adalah bisnis yang unik yang tidak dimiliki negara-negara pesaing.</p>
<h3>Dua Potensi Besar</h3>
<p>Setidaknya ada dua potensi besar Indonesia yang masih tersimpan dan keduanya dapat digunakan untuk kemajuan Industri Indonesia, yaitu <em>technopreneurship </em>dan seni. Pada sisi <em>technopreneurship, </em>banyak sekali doktor yang dihasilkan lewat progam Prof. Habibie. Saat ini kebanyakan masih di luar negeri dan sebagian sudah pulang ke Indonesia, tapi sayangnya kurang mendapatkan perhatian. Jika mereka semua disatukan, ini akan menjadi sebuah energi yang besar bagi <span id="lw_1235829167_8" class="yshortcuts">kemajuan sains dan teknologi</span> Indonesia. Kemudian dari sisi seni, ternyata Indonesia memiliki jiwa seni yang tinggi, bisa kita lihat di Malaysia, betapa banyak mereka menggemari lagu-lagu dari Indonesia. Atau mari kita lihat di Singapura, banyak mereka yang membaca novel Ayat-ayat Cinta di kereta-kereta. Ini menunjukkan bahwa Indonesia punya potensi-potensi besar dan kelebihan-kelebihan yang harus segera dimanfaatkan dan di-<em>manage </em>dengan baik.</p>
<h3>Nelayan Indonesia Butuh Teknologi</h3>
<p>Pada sesi terakhir, Dr. Rudi Wibowo memberikan ilustrasi yang sangat jelas tentang kehidupan <span id="lw_1235829167_9" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">orang laut</span> (<em>sea people</em>) dari Batam sampai dengan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Dipaparkan oleh beliau bahwa masih banyak sekali masyarakat kita yang berprofesi sebagai nelayan dan mereka sangat memerlukan perhatian sains dan teknologi. Di Jepang orang menangkap ikan tuna sendirian dan tidak perlu menunggu berjam-jam seperti para nelayan kita. Orang kita ketika dapat menangkap satu ekor tuna, lalu harus pulang karena tidak punya teknologi pendingin sebagaimana para nelayan Jepang.</p>
<p>Terkait tangkapan ikan hidup dan mati, ikan hidup bisa seharga 150 ribu, tapi ketika sudah mati hanya 10 ribu. Tangkapan para nelayan Indonesia biasanya sampai di tempat penjualan, misalnya Singapura, hampir 90% mati saat tiba di tempat tujuan. Mereka perlu teknologi tepat guna untuk menjaga ikan-ikan ini tetap hidup.</p>
<p>Acara ini termasuk yang menarik sepanjang dua tahun terakhir, bersama pembicara ahli seperti Dr. Iman dan Pak Rudi dengan pemaparan mereka yang sangat jelas dan aplikatif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.istecs.org/press-release-diskusi-istecs-jepang-membangun-industri-sains-dan-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Panel ISTECS: Membangun Kemandirian Ekonomi Indonesia</title>
		<link>http://www.istecs.org/diskusi-panel-istecs-membangun-kemandirian-ekonomi-indonesia/</link>
		<comments>http://www.istecs.org/diskusi-panel-istecs-membangun-kemandirian-ekonomi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 02:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[sohibul iman]]></category>

		<category><![CDATA[zamroni salim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.istecs.org/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) sebagai sebuah lembaga Kajian Independen kembali menggelar acara Diskusi Panel. Diharapkan melalui acara diskusi ini, bisa muncul ide-ide segar dan masukan-masukan kepada lembaga penyelenggara negara, pengambil kebijakan, untuk kemajuan Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah menjadi kebiasaan bahwa pada setiap pergantian Pemerintahan, selalu melahirkan banyak kebijakan-kebijakan baru (termasuk dalam bidang Ekonomi). Setiap kebijakan yang dilahirkan oleh lembaga penyelenggaran negara, keberadaannya tidak terlepas dari peran para anggota lembaga legislatif (anggota DPR-red) sebagai salah satu institusi &#8220;pengambil&#8221; kebijakan. Di sisi lain, keberadaan para Akademisi dan Peneliti, juga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap lahirnya sebuah kebijakan.</p>
<p>Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) sebagai sebuah lembaga Kajian Independen kembali menggelar acara Diskusi Panel. Diharapkan melalui acara diskusi ini, bisa muncul ide-ide segar dan masukan-masukan kepada lembaga penyelenggara negara, pengambil kebijakan, untuk kemajuan Indonesia.</p>
<p>Diskusi Panel ISTECS bertajuk <strong>&#8220;Membangun Kemandirian Ekonomi Indonesia&#8221;</strong>, akan menampilkan 2 orang panelis, diharapkan akan mampu memediasi dan &#8220;mempertemukan&#8221; berbagai kerangka berpikir, juga dalam rangka <em>knowledge sharing</em>.</p>
<p>Para Panelis:</p>
<ol>
<li>Dr. Mohamad Sohibul Iman: <strong>&#8220;Blue-print Membangun Kemandirian Ekonomi Indonesia&#8221;</strong></li>
<li>Dr. Zamroni Salim: <strong>&#8220;Indonesia dalam Era Global: Antara Perdagangan Bebas dan Proteksi&#8221;</strong></li>
</ol>
<p>Diskusi Panel akan dilaksanakan pada:</p>
<p>Hari/Tanggal: Kamis/26 Februari 2009<br />
Jam: 15:30 s/d 18:00<br />
Tempat: Basement International Residence, Nagoya University</p>
<p><strong>== Disediakan Snack &amp; Bento Gratis untuk makan malam ===</strong></p>
<p>Diskusi Panel akan dipandu oleh:<br />
Wempi Saputra, Graduate school of Economic, Nagoya University</p>
<h3>Susunan Acara</h3>
<p>15:30-          Pembukaan15:40-15:45: Sambutan Ketua ISTECS Chapter Jepang15:45-16:25: Presentasi Panelis 116:25-17:05: Presentasi Panelis 217:05-17:15: Coffee break17:15-17:55: Diskusi17:55-18:00: Closing Remarks18:00- Penutupan &amp; Pemberian cendramata kepada panelis(Dilanjutkan dengan Sholat Maghrib dan Makan Malam) Keterangan:* masih dalam konfirmasi</p>
<h3>Profil Panelis</h3>
<h4>Dr. Mohamad Sohibul Iman</h4>
<ul>
<li> Mantan Rektor Universitas Paramadina, Jakarta</li>
<li>Caleg DPR RI 2009 Dapil DKI Jakarta II Bidang garapan Ekuintek (Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi)</li>
<li>Ph.D, Graduate School of Knowledge Science, Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST).</li>
<li>Master, Takushoku University, Tokyo</li>
<li>Bachelor, Waseda University, Tokyo</li>
</ul>
<h4>Dr. Zamroni Salim</h4>
<ul>
<li>Research Centre for Economics, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)</li>
<li>Ph.D. dari Graduate School of International Development (GSID), Nagoya University</li>
<li>Master, Massey University, Palmerston North, New Zealand</li>
<li>Sarjana, Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.istecs.org/diskusi-panel-istecs-membangun-kemandirian-ekonomi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Panel 2009: Membangun Industri, Sains, dan Teknologi Indonesia</title>
		<link>http://www.istecs.org/diskusi-panel-membangun-industri-sains-dan-teknologi-indonesia/</link>
		<comments>http://www.istecs.org/diskusi-panel-membangun-industri-sains-dan-teknologi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 01:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[industri]]></category>

		<category><![CDATA[rudo wibowo]]></category>

		<category><![CDATA[sains]]></category>

		<category><![CDATA[sohibul iman]]></category>

		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.istecs.org/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) sebagai sebuah lembaga Kajian Independen kembali menggelar acara Seminar dan Diskusi Panel 2009. Diharapkan melalui acara diskusi ini, bisa muncul ide-ide segar dan masukan-masukan kepada lembaga penyelenggara negara.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Institute for <span id="lw_1235611730_0" class="yshortcuts" style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;">Science and Technology Studies</span> (ISTECS) sebagai sebuah lembaga Kajian Independen kembali menggelar acara Seminar dan Diskusi Panel 2009. Diharapkan melalui acara diskusi ini, bisa muncul ide-ide segar dan masukan-masukan kepada lembaga penyelenggara negara. Oleh karena itu, kami mengundang saudara semua untuk menghadiri acara ini yang akan bertajuk <strong>&#8220;Membangun Industri, <span id="lw_1235611730_1" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Sains, dan Teknologi</span> Indonesia.&#8221;</strong></p>
<p>Diskusi ini akan menampilkan 2 orang panelis, yang diharapkan mampu menjadi mediasi dan mempertemukan berbagai kerangka berpikir, juga dalam rangka Sharing Knowledge. Para Panelis:</p>
<ol>
<li><strong>Rudo Wibowo, MSc</strong> (PhD Candidate Sophia University, Tokyo. Spesialisasi : Pembangunan Daerah Tertinggal dan Dampak Pinjaman Luar Negeri).</li>
<li><strong>Dr. M. Shohibul Iman</strong> (Alumni <span id="lw_1235611730_2" class="yshortcuts" style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;">Japan Advanced Institute of Science</span> and Technology, Ketua Dewan Ekuintek PKS).</li>
</ol>
<p>Seminar dan Diskusi Panel akan dilaksanakan pada:</p>
<p>Hari : Sabtu<br />
Tanggal : 28 Februari 2009<br />
Jam : 09:30-12:00<br />
Tempat : <span id="lw_1235611730_3" class="yshortcuts">Meguro</span> Eco Plaza (目黒エコプラザ ), Meguro-ku, Tokyo.<br />
Room : Katsudoya (活動室 )<br />
Access : 10 menit jalan kaki dari JR/Tokyu Meguro-eki.<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.city.meguro.tokyo.jp/shisetsu/shisetsu/sonota/meguro_ecoplaza/index.html" target="_blank">http://www.city. meguro.tokyo. jp/shisetsu/ shisetsu/ sonota/meguro_ ecoplaza/ index.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.istecs.org/diskusi-panel-membangun-industri-sains-dan-teknologi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kajian Menuju Kota Yang Humanis</title>
		<link>http://www.istecs.org/kajian-menuju-kota-yang-humanis-2/</link>
		<comments>http://www.istecs.org/kajian-menuju-kota-yang-humanis-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2007 07:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.istecs.org/wordpress/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Lembaga kajian IPTEK, ISTECS (Institute for Science and Technology Studies)  Chapter Jepang kembali mengadakan kajian ilmiah pada hari Sabtu (26/5) di Nagoya University, Jepang dengan tema sentral menuju kota yang humanis / manusiawi dengan nara sumber Dr. Fauzy Ammari, senior konsultan Dainichi Consultant Inc. Japan. Bagaimana hasil diskusi tersebut?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lembaga kajian IPTEK, ISTECS (<em>Institute for Science and Technology Studies</em>) Chapter Jepang kembali mengadakan kajian ilmiah pada hari Sabtu (26/5) di Nagoya University, Jepang dengan tema sentral menuju kota yang humanis/manusiawi. Kajian kali ini difokuskan pada topik pencemaran udara di Jakarta beserta dampaknya terhadap ekonomi dan solusinya, dengan nara sumber Dr. Fauzy Ammari, senior konsultan Dainichi Consultant Inc. Japan.</p>
<p>Fauzy, yang pernah menjadi konsultan ahli Departemen PU dan Bappenas tahun 2004 dan 2005, dan juga terlibat dalam berbagai proyek penelitian dan peningkatan kualitas udara di daerah perkotaan di Indonesia, menjelaskan secara rinci kondisi pencemaran udara yang sudah akut di kota Jakarta dalam paparan  ilmiahnya. Pencemaran udara kota Jakarta telah menyebabkan dampak yang besar bagi kesehatan, tumbuhan, bangunan dan pemanasan global, dan yang mungkin sangat tidak disadari oleh sebagian besar masyarakat adalah kerugian ekonomi yang ditimbulkannya. Studi yang disponsori ADB RETA pada tahun 2002 di Jakarta, memperkirakan kerugian ekonomi terhadap kondisi kesehatan yang disebabkan pencemaran udara (SO2, NO2, PM10) pada tahun 1998 mencapai 3,5 Triliun rupiah, dan diprediksi akan meningkat menjadi 8,6 Triliun rupiah pada tahun 2015 jika tidak dilakukan langkah-langkah penanggulangan yang signifikan.</p>
<p>Dari kerangka kelembagaan, Fauzy menilai setidaknya ada 5 kelemahan yang perlu diperbaiki dalam upaya peningkatan kualitas udara perkotaan. Yaitu tumpang tindihnya kewenangan antara instansi-instansi yang terkait, adanya ketidak sinkronan antara produk kebijakan yang ada, lemahnya penegakkan hukum, rendahnya inisiatif pemerintah daerah dalam pengelolaan kualitas udara dan rendahnya dana yang dialokasikan. Dalam kasus DKI Jakarta saja pada tahun 2005, pemda hanya mengalokasikan 4.05% dari tabungan bersih daerah untuk program yang terkait perbaikan kualitas udara perkotaan.</p>
<p>Menutup paparannya, Fauzy menyampaikan berbagai strategi untuk mengatasi masalah polusi udara ini, prioritasnya diantaranya pada pengendalian emisi industri serta manajemen transportasi sebagai kontributor utama polusi udara di perkotaan. Untuk jangka panjang, perlunya strategi penggunaan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.istecs.org/kajian-menuju-kota-yang-humanis-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ISTECS-Jepang Sampaikan Terima Kasih atas Rampungnya Spring Round 2007</title>
		<link>http://www.istecs.org/istecs-jepang-spring-round-2007/</link>
		<comments>http://www.istecs.org/istecs-jepang-spring-round-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2007 07:34:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[diskusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.istecs.org/wordpress/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 5 Mei 2007, ISTECS Jepang menggelar sebuah Diskusi Umum di Sekolah Rakyat Indonesia, Tokyo. Diskusi ini menghadirkan trainer Lembaga Manajemen TRUSTCO Indonesia, Rofi Munawar, beserta Kepala Pertamina Perwakilan Wilayah Asia Timur, Tatang Arudji. Bagaimana hasil diskusi ini?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb<br />
Salam sejahtera</p>
<p>Perkenankan kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran/dukungan Bapak/Ibu dalam acara Diskusi Umum Spring Round, 5 Mei 2007 di SRIT.</p>
<p>Besar harapan kami agar melalui acara ini dapat mendapat manfaat yang sebesar-besarnya tentang pengelolaan aset negara.</p>
<p>Selain itu kami berharap agar kerjasama yang lebih erat bisa digalang di berbagai kesempatan di masa mendatang, sehingga ISTECS dapat lebih berkontribusi untuk tanah air. Kami juga memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara kali ini.</p>
<p>Berikut ini kami kirimkan juga berita yang termuat di suara merdeka, beritaiptek dan notulen panitia tentang rangkuman diskusi.</p>
<p>Hormat kami,<br />
Ketua Istecs Jepang<br />
Dr. Ratno Nuryadi<br />
Email : ratno@istecs.org</p>
<p>http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0705/05/nas23.htm</p>
<p><strong>Istecs Diskusikan Pengelolaan Aset Negara</strong></p>
<p>Tokyo, CyberNews. Pengelolaan aset negara harus berorientasi pada usaha mengatasi persoalan pokok pembangunan, khususnya kemiskinan. Disinyalir ada usaha-usaha dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membuat proyek kemiskinan di Indonesia sehingga masalah kemiskinan tidak pernah tuntas.</p>
<p>Sinyalemen itu diungkapkan Rofi Munawar, trainer Lembaga Manajemen Trustco Indonesia, dalam diskusi spring round yang diselenggarakan Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) Chapter Jepang di Tokyo, Sabtu (5/5). Diskusi juga menghadirkan Kepala Pertamina Perwakilan Wilayah Asia Timur Tatang Arudji.</p>
<p>Dalam diskusi bertema manajemen pengelolaan aset negara itu, Rofi mengungkapkan kondisi ini memunculkan fenomena di tengah masyarakat yang dikenal segitiga kemiskinan yang saling terkait satu dengan yang lain. &#8220;Yaitu kemiskinan itu sendiri, tekanan karena ledakan jumlah penduduk yang sulit dibendung dan tekanan lingkungan yang belum juga membaik dari waktu ke waktu. Pengelolaan aset negara diharapkan bisa mengatasi persoalan dasar ekonomi rakyat ini,&#8221; paparnya seperti dirilis Ketua Istecs Chapter Jepang Dr Ratno Nuryadi.</p>
<p>Mengenai adanya sinyalemen bahwa BUMN menjadi sapi perah partai politik, Rofi mengusulkan agar pemerintah membuat aturan yang jelas dan tegas karena aturan-aturan yang ada sekarang banyak dijumpai lubang untuk dipermainkan.</p>
<p>Sementara itu Tatang Arudji mengutarakan usaha PT Pertamina dalam peningkatan sistem informasi dan peningkatan kualitas SDM sebagai langkah strategis di era globalisasi sekarang. Pertamina, yang pada tahun 2007<br />
asetnya mencapai lebih Rp 170 triliun ini, mempunyai proyek di berbagai bidang baik pendidikan, kesehatan, penerbangan, perhotelan dan lain-lain, selain intinya bidang energi yaitu bisnis minyak-gas.</p>
<p>&#8220;Karena perannya yang besar bagi negara ini, Pertamina mendapat pengawasan yang ketat dari banyak pihak baik eksekutif, legislatif dan konsumer, terutama sejak era reformasi,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Meski mempunyai banyak jenis proyek bisnis, ke depan Pertamina bermaksud lebih berkonsentrasi ke minyak dan gas sebagai kor utamanya, dan secara lambat laun akan mengurangi proyek yang lain, ujar Tatang. ( imam m<br />
djuki/cn05 )</p>
<p><strong>Berita di BERITAIPTEK.com</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
http://www.beritaiptek.com/zberita-beritaiptek-2007-05-06-Istecs-Jepang-gelar-diskusi-pengelolaan-aset-negara.shtm</p>
<p><strong>[Press Release] Istecs Jepang gelar diskusi pengelolaan aset negara</strong></p>
<p>Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) Chapter Jepang menyelenggarakan Diskusi Spring Round tentang menejemen pengelolaan aset negara, Sabtu (5 Mei 2007) di Tokyo. Diskusi ini menghadirkan 2 panelis, Rofi&#8217; Munawar dari lembaga manajemen Trustco Indonesia dan Tatang Arudji, Kepala Pertamina Perwakilan Wilayah Asia Timur.</p>
<p>Di hadapan para peserta, Rofi&#8217; Munawar memaparkan filosofi pengelolaan aset negara bahwa pengelolaan aset negara harus berorientasi pada usaha mengatasi persoalan pokok pembangunan, khususnya kemiskinan. Rofi&#8217;, yang juga politisi ini, meneropong ada usaha-usaha dari pihak yang tidak bertanggung jawab membuat proyek kemiskinan di Indonesia sehingga masalah kemiskinan tidak pernah tuntas.</p>
<p>Kondisi ini memunculkan fenomena di tengah masyarakat yang dikenal segitiga kemiskinan yang saling terkait satu dengan yang lain, yaitu kemiskinan itu sendiri, tekanan karena ledakan jumlah penduduk yang sulit dibendung dan tekanan lingkungan yang belum juga membaik dari waktu ke waktu. Pengelolaan aset negara diharapkan bisa mengatasi persoalan dasar ekonomi rakyat ini.</p>
<p>Menjawab pertanyaan peserta diskusi tentang adanya fakta BUMN menjadi sapi perah parpol, Rofi&#8217; mengusulkan agar pemerintah membuat aturan yang jelas dan tegas karena aturan-aturan yang ada sekarang banyak dijumpai lubang untuk dipermainkan.</p>
<p>Tatang Arudji mengutarakan usaha PT. Pertamina dalam peningkatan sistem informasi dan peningkatan kualitas SDM sebagai langkah strategis di era globalisasi sekarang.</p>
<p>Pertamina, yang pada tahun 2007 asetnya mencapai lebih Rp. 170 Triliun ini, mempunyai proyek di berbagai bidang baik pendidikan, kesehatan, penerbangan, perhotelan dan lain-lain, selain kor utamanya bidang energi yaitu bisnis minyak-gas. Karena perannya yang besar bagi negara ini, Pertamina mendapat pengawasan yang ketat dari banyak pihak baik eksekutif, legislatif dan konsumer, terutama sejak era reformasi.</p>
<p>Meski mempunyai banyak jenis proyek bisnis, ke depan Pertamina bermaksud lebih berkonsentrasi ke minyak dan gas sebagai kor utamanya, dan secara lambat laun akan mengurangi proyek yang lain, ujar Tatang.</p>
<p>Diskusi Spring Round diakhiri dengan pemberian cindera mata buku &#8220;Serba-Serbi Energi, bunga rampai energi dari negeri Sakura dari Ketua Istecs Jepang, Ratno Nuryadi, kepada kedua panelis. Buku yang dikeluarkan Istecs Jepang ini memberikan wawasan yang cukup luas dan dalam tentang berbagai aspek energi alternatif dan sumbang saran bagi pembangunan energi bangsa.</p>
<p><strong>Notulen Diskusi</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Hari : Sabtu<br />
Tanggal : 5 Mei 2007<br />
Waktu : 13.00 - 16.00 JST<br />
Tempat : Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT)</p>
<p>Diskusi Umum ISTECS ini merupakan acara rutin setiap musim, untuk Spring Round kali ini mengetengahkan tema<br />
Manajemen Pengelolaan Aset Negara.</p>
<p>Dalam sambutan pembukaannya Ratno Nuryadi selaku Managing Director ISTECS Chapter Jepang, mengutarakan harapannya akan masukan dari diskusi bagi peneliti ISTECS yang kebanyakan pelajar ini.</p>
<p><strong>I. Bp. Rofi&#8217; Munawar</strong><br />
Lembaga Menejemen TRUSTCO<br />
Tema : &#8220;Pengawasan Pengelolaan Aset Negara di Pemda Jawa Timur&#8221;</p>
<p>Rofi Munawar menegaskan bahwa pengelolaan aset merupakan salah satu topik penting dalam sebuah negara. Tetapi pengelolaan aset hanya dapat tercapai bila ada stabilitas politik dan stabilitas keamanan. Terjadinya bencana juga akan mengganggu rencana pengelolaan aset negara.</p>
<p>Sebagai filosofi dasar pertama, pengelolaan aset bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Walaupun demikian terkadang ada penyelewengan sehingga malah menghasilkan proyek sistematis pemiskinan. Filosofi dasar kedua adalah menjaga ekologi dan keseimbangan. Contoh, perlunya penentuan prioritas mengenai eksploitasi minyak dan pengadaan pangan di daerah Sidoarjo ketika kasus Lapindo.<br />
Filosofi dasar ketiga adalah membangun kemandirian. Sebagai contoh semen Gresik yang sekarang mengangkat tema &#8220;Semen Indonesia&#8221; membangkitkan rasa memiliki di tengah saingan perusahaan global.</p>
<p>Dalam realisasinya ada dua jalan :<br />
1. penciptaan kekayaan (wealth creation) melalui kegiatan produksi baik barang maupun jasa. Perlu kajian mengenai produk unggulan di Indonesia.<br />
2. Distribusi kekayaan.</p>
<p>Manajemen pengelolaan aset :<br />
1. Memahami persoalan pokok pembangunan yaitu segitiga kemiskinan (kemiskinan, tekanan kependudukan, tekanan lingkungan hidup). Peraih Nobel Muh. Yunus dari Bangladesh menyebutkan bahwa kemiskinan lebih ditentukan oleh lemahnya akses informasi, akses kesempatan dsb.</p>
<p>2. Mengatasi persoalan pembangunan<br />
Masalah dasar adalah memperoleh layanan kesehatan, pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan wilayah serta penyediaan infrastruktur dasar (air bersih, energi, transportasi dan informasi).</p>
<p>3. Peningkatan praktek penyelenggaraan pemerintahan yang menciptakan pemerintahan daerah yang accountable, kelas menengah profesional dan wirausahawan dalam jumlah dan mutu yang memadai dalam membangun bisnis yang beretika.</p>
<p>4. Membangun kemandirian ekonomi dan memperjelas identitas bangsa. Dari buku Al-Islam bab Pengelolaan Ekonomi karangan Said Hawwa tentang kisah ketika Rasulullah Muhammad SAW menemukan anak panah yang dipakai sahabat<br />
ternyata buatan Persia, kata Rasulullah, kita harus menunjukkan identitas dengan memakai buatan sendiri. Artinya kita harus mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri. Perasaan inferioritas yang ada di negara berkembang menyebabkan kebanggaan ketika memakai produk<br />
negara maju.</p>
<p>SUMMARY : pentingnya pengelolaan aset bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Salah satu titik penting manajemen yang juga disinggung oleh Rasulullah adalah terciptanya kemandirian.</p>
<p>II. Bp. Tatang Arudji<br />
Kepala Pertamina Perwakilan Wilayah Asia Timur<br />
Tema : &#8220;Manajemen Pengelolaan BUMN Pertamina&#8221;</p>
<p>Aset Pertamina sarat dengan modal, SDM dan resiko. Karena satu titik pengeboran berharga mahal belum tentu dapat hasil. Belum lagi resiko keselamatan kerja seperti ketika kilang minyak di Cilacap meledak.</p>
<p>Karena Pertamina 100% dimiliki pemerintah dan Pertamina merupakan aset strategis negara dengan perannya di antaranya menjadi pemberi dividen terbesar diantara BUMN dan menjadi supplier energi bagi BUMN-BUMN lain.</p>
<p>Sejak didirikan di tahun 1971, telah diadakan beberapa kali<br />
restrukturisasi dan reorganisasi sehingga tercapai pengurangan besar dalam jumlah staf/pekerja. Tahun 2001 keluar UU yang bersejarah di dunia migas, kegiatan gas dan minyak di Indonesia bukan lagi Pertamina. Pertamina<br />
menjadi pemain seperti perusahaan-perusahaan lain. Orientasinya menjadi bisnis, dari agency role menjadi profit orientation. Pada masa sebelumnya seperti &#8220;tukang jahit&#8221; bagi pemerintah, suatu peran yang tidak bisa<br />
lagi dipertahankan setelah harga minyak naik. Di tahun 2005-2010 Pertamina diarahkan menjadi Public Enterprise yang menjadi pemain gas dan minyak global.</p>
<p>Pertamina merupakan perusahaan migas terpadu, mulai dari hulu sampai hilir. Masih ada juga beberapa bisnis seperti hotel, penerbangan dsb warisan masa lalu yang sekarang akan direstrukturisasi. Pertamina memiliki 7 unit produksi migas, selain itu ada juga 64 kontrak joint operation. Di hilir ada refinery, depot-depot yang menyebar untuk menjamin keamanan pasokan. Juga jaringan distribusi termasuk armada tanker.</p>
<p>Indonesia adalah pemasok LNG terbesar di dunia dihasilkan dari Arun, Bontang dan Tangguh.</p>
<p>Walaupun Pertamina sebagao PT, tetapi sekarang masih dihitung berapa bagian penyertaan pemerintah.</p>
<p>Penutup, walaupun ada kompetitor setelah pasar Indonesia dibuka, Pertamina tetap memiliki kekuatan distribusi yang dominan, cadangan yang besar, dukungan pemerintah, kondisi keuangan yang sehat, restrukturisasi. Misi Pertamina menjadi perusahaan migas kelas dunia. Strateginya adalah fokus pada core business.</p>
<p>SUMMARY : sebelum ini Pertamina adalah perusahaan yang mengurusi berbagai bidang, tetapi sekarang Pertamina sudah mengarah lebih fokus pada core businessnya di bidang migas.</p>
<p><strong>Tanya Jawab</strong><br />
<em>Q1. Sidik Permana (PPI) :</em><br />
1. Bagaimana bisa pengelolaan aset justru malah menjadi proyek pemiskinan<br />
2. Apakah benar BUMN menjadi sapi perah partai politik<br />
3. Bagaimana Pertamina mengatasi masalah lebih banyaknya impor minyak, lalu dimana letak masalah kelangkaan BBM</p>
<p>A1.<br />
-Rofi : data kemiskinan di Indonesia berbeda-beda sesuai<br />
kepentingan-kepentingan, contoh datanya jadi banyak ketika ada dana pengentasan kemiskinan, data BLT juga banyak salah alamat. Artinya kemiskinan menjadi proyek.<br />
Dr Mutashor ketua ISTECS Jatim menulis tentang model tragedi sumber daya bersama (ketika semuanya dapat eksploitasi tanpa memperhatikan keseimbangan), model narapidana (ketika tidak sambung antara yang<br />
membuang lumpur ke laut dan lingkungan hidup), model logika koleksi aktif (hanya mendukung kelompoknya). Aturan UU yang tidak jelas dimanfaatkan. Karenanya pengelolaan aset perlu dijaga oleh stabilitas politik. Jadi yang penting aturan-aturan harus diperjelas sehingga mencegah<br />
interpretasi. ISTECS bisa membahas tentang pengentasan kemiskinan.</p>
<p>Contoh banyak sawah di Sidoarjo jadi perumahan, karena aturan pengelolaan tanah tidak jelas.</p>
<p>-Tatang : Pertamina punya rencana strategis seperti di bidang eksploitasi, penanganan data dengan SAP, kualitas SDM dengan training-training.</p>
<p>Karena minyak merupakan barang tidak terbarukan maka lama-lama akan habis bila tidak ditemukan cadangan-cadangan baru. Sekarang ini produksi tetap naik, tapi konsumsi lebih cepat naiknya. Mengenai kelangkaan, Pertamina punya Depo tapi distribusi setelah itu bukan milik Pertamina.</p>
<p><em>Q2. Herianto (Tokodai - UGM) :</em><br />
Pertamina katanya dapat ladang minyak yang mudah2, tapi ternyata labanya kalah dengan kompetitor. Petronas gencar di pendidikan, bagaimana concern Pertamina ?</p>
<p>A2.<br />
-Tatang : pembagian ladang dari sejarah. Tapi sebenarnya ladang-ladang kaya di Riau dan Balikpapan sudah dikuasai oleh Caltex dan Shell. Sekarang sedang evaluasi usaha bisnis non-core, tapi sebenarnya Pertamina juga punya sekolah di unit2. Selain itu Pertamina juga memberikan<br />
beasiswa-beasiswa.</p>
<p><em>Q3. Ujang (SRIT) :</em><br />
1. selain barang dan jasa, SDM adalah aset terpenting. Dulu Malaysia besar-besaran belajar ke LN. SDM Indonesia juga bagus, tapi karena pengelolaan yang kurang bagus banyak SDM yg memilih tetap tinggal di LN. Dulu cita-cita anak-anak ingin jadi dokter atau guru, tapi sekarang banyak menjawab ingin jadi artis atau anggota DPR karena<br />
lebih menguntungkan.</p>
<p>2. harga minyak bagi rakyat bawah terasa mahal, apa sebabnya ?</p>
<p>A3<br />
-Rofi : Mengenai brain drain, persoalan tidak hanya terkait kondisi negara tapi juga terkait masalah kebanggaan dsb. Indonesia masih termasuk negara yg tidak menghargai intelektual. Lembaga penelitian, MIPA bukan fakultas favorit.</p>
<p>-Tatang : harga minyak dulu lebih murah dari Aqua, sekarang sudah wajar. Harga minyak subsidi dulu tidak adil karena menguntungkan pemilik mobil yang kaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.istecs.org/istecs-jepang-spring-round-2007/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ISTECS Jepang Menyongsong 50 Tahun Indonesia-Jepang</title>
		<link>http://www.istecs.org/istecs-jepang-menyongsong-50-tahun-hubungan-indonesia-jepang/</link>
		<comments>http://www.istecs.org/istecs-jepang-menyongsong-50-tahun-hubungan-indonesia-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2007 07:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[hubungan]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.istecs.org/wordpress/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2008, hubungan diplomatik Indonesia-Jepang genap 50 Tahun. Dalam rangka menyongsong momen besar ini, ISTECS Chapter Jepang menyelenggarakan sarasehan tanggal 30 April 2007 di Sekolah Republik Indonesia Tokyo. Acara ini dihadiri para pejabat KBRI Tokyo, direktur BUMN, serta pekerja dan pelajar yang tinggal di Jepang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tahun 2008, hubungan diplomatik Indonesia-Jepang genap 50 Tahun. Dalam rangka menyongsong momen besar ini, ISTECS (Institute of Science and Technology Studies) Chapter Jepang menyelenggarakan sarasehan pada tanggal 30 April 2007 di Sekolah Republik Indonesia Tokyo. Acara ini dihadiri para pejabat KBRI Tokyo, direktur BUMN, serta pekerja dan pelajar yang tinggal di Jepang.</p>
<p>Di hadapan para peserta, keynote speaker Dr. Jusuf Anwar, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, menjelaskan bahwa Jepang menduduki rangking pertama dalam besarnya investasi negara-negara asing ke Indonesia. Akan tetapi dilihat dari total investasi Jepang ke luar negeri Jepang, Indonesia menempati urutan ke-9. Untuk meningkatkan hubungan bilateral yang lebih erat, Duta Besar menggarisbawahi pentingnya <em>people-to-people relation</em> selain usaha-usaha yang selama ini dilakukan.</p>
<p>Sebagai panelis dalam diskusi hadir Prof. Dr. Yoshinori Murai dari <em>Sophia University Tokyo</em> dan Rofi Munawar dari lembaga manajemen Trustco Indonesia. Prof. Murai banyak menyampaikan pendapat-pendapat kritis terhadap kebijakan ODA (<em>Official Development Assisstance</em>) oleh pemerintah Jepang terhadap Indonesia. Profesor dalam bidang Asian Culture ini juga mengutarakan lima alasan mengapa Indonesia menempati rangking pertama sebagai penerima ODA, yaitu adanya hubungan sejarah antara kedua negara, perang dingin Timur-Barat memperebutkan pengaruh di Asia, perlunya menjaga stabilitas Selat Malaka yang 80 persen kebutuhan energi Jepang diangkut melalui selat ini, kekayaan alam Indonesia dan terakhir adanya lobi-lobi politik di parlemen Jepang.</p>
<p>Rofi&#8217; Munawar memaparkan dinamika politik Indonesia dan kaitannya dengan hubungan Indonesia-Jepang. Terhadap pertanyaan peserta tentang bagaimana sebaiknya hubungan Indonesia-Jepang ke depan, Rofi menilai bahwa hubungan yang ada selama ini lebih menguntungkan Jepang. Karenanya perlu peningkatan hubungan yang lebih simetris.</p>
<p>Sarasehan ini ditutup oleh ketua Istecs Jepang Dr. Ratno Nuryadi dengan menegaskan bahwa sarasehan ini bertujuan untuk menggali lebih jauh pentingnya hubungan Indonesia-Jepang dan mengumpulkan ide-ide baru guna mempererat hubungan di masa mendatang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.istecs.org/istecs-jepang-menyongsong-50-tahun-hubungan-indonesia-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Sayembara: Menuju Kota yang lebih Manusiawi di Indonesia</title>
		<link>http://www.istecs.org/pengumuman-sayembara-menuju-kota-yang-lebih-manusiawi-di-indonesia/</link>
		<comments>http://www.istecs.org/pengumuman-sayembara-menuju-kota-yang-lebih-manusiawi-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2007 22:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.istecs.org/wordpress/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Lembaga kajian Iptek, ISTECS Chapter Jepang mengadakan bedah artikel pemenang Sayembara Karya Tulis dengan tema: Menuju Kota yang lebih Manusiawi di Indonesia pada kesempatan Temu Ilmiah Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang bertempat di Kyoto University, Sabtu 25 Agustus 2007. Bagaimanakah hasilnya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lembaga kajian iptek, ISTECS (Institute for Science and Technology Studies) Chapter Jepang mengadakan bedah artikel pemenang Sayembara Karya Tulis dengan tema: Menuju Kota yang lebih Manusiawi di Indonesia pada kesempatan Temu Ilmiah Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang bertempat di Kyoto University, Sabtu 25 Agustus 2007. Sayembara karya tulis ini sendiri dilaksanakan sepanjang bulan Juni dan Juli 2007 atas kerjasama ISTECS dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jepang dan LSM Humane City Foundation, Bandung.</p>
<p>Acara yang dikemas dalam bentuk diskusi panel ini menampilkan Dr. Ratno Nuryadi selaku ketua ISTECS chapter Jepang dan Dr. Fauzy Ammari, selaku wakil dewan juri. Dalam paparannya Ratno menyatakan maraknya fenomena lingkungan perkotaan yang tidak lagi ideal dan manusiawi di Indonesia menjadi latar belakang diadakannya sayembara ini. Lewat kegiatan ini diharapkan akan terjaring ide-ide konseptual yang cerdas dan aplikatif dalam mewujudkan kota yang lebih manusiawi di Indonesia.</p>
<p>Dari sejumlah 102 naskah yang masuk dari seluruh Indonesia, termasuk pula dari warga Indonesia yang berdomisili di luar negeri seperti Jepang dan Amerika, dipilih 3 pemenang utama. Pemenang pertama sayembara ini adalah Eva Bachtiar dari ITB Bandung dengan tema yang diangkat &#8220;Kota Humanis untuk Kaum Difable (Differently abled people-red)&#8221;. &#8220;Paparan yang tajam dan lugas disertai dengan fakta-fakta lengkap dari berbagai referensi mengenai kondisi kaum difable dan pesan-pesan perubahan paradigma dalam memandang kaum difable menjadi faktor utama terpilihnya artikel ini sebagai pemenang&#8221;, demikian Fauzy. Sedangkan pemenang kedua, Ummi Salamah, wiraswasta dari Bogor yang mengangkat tema &#8220;Meraup Untung dari Sampah&#8221;, menegaskan kembali pentingnya pengelolaan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah yang integratif dengan industri pengolahan limbah sampah, seperti kompos, sebagai salah satu solusi permasalahan sampah. Adapun pemenang ketiga Muhamad Koeswadi dari Universitas Trisakti, Jakarta menitikberatkan pada pendidikan dan pembangunan kesadaran warga kota dalam hal tata krama hidup di perkotaan yang harmonis dan ramah lingkungan, dalam makalahnya yang berjudul: &#8220;Menyongsong Kota yang Manusiawi, Menghargai Alam&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kepada pemenang pertama, kedua dan ketiga akan diberikan hadiah uang sejumlah 5 juta, 3 juta dan 2 juta rupiah&#8221;, seperti dikatakan oleh Dr. Ratno. &#8220;Harapan kami, gagasan-gagasan serta ide-ide konstruktif yang terjaring dapat segera dirangkum untuk kemudian dapat disampaikan pada pemegang kebijakan di Indonesia&#8221;, imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.istecs.org/pengumuman-sayembara-menuju-kota-yang-lebih-manusiawi-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Undangan Sarasehan ISTECS Golden Week 2007</title>
		<link>http://www.istecs.org/undangan-sarasehan-istecs-golden-week-2007/</link>
		<comments>http://www.istecs.org/undangan-sarasehan-istecs-golden-week-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2007 07:33:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.istecs.org/wordpress/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2008 mendatang, genap 50 tahun perjalanan hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. Adalah menjadi tanggung jawab kita sebagai anak bangsa dalam mengemban peran sebagai duta dari negara tercinta Indonesia di Jepang ini. Untuk itu ISTECS Chapter Jepang mengajak Anda sekalian untuk berpartisipasi dalam SARASEHAN ISTECS GOLDEN WEEK, dengan tema "Towards 50 Years of Indonesia- Japan Diplomatic Affairs".]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Pada tahun 2008 mendatang adalah genap 50 tahun perjalanan hubungan diplomatik negara Indonesia dan Jepang. Adalah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa ini dalam mengemban peran sebagai wakil atau duta dari negara tercinta Indonesia di negara Jepang ini.</p>
<p>Untuk itu ISTECS (<em>Institute for Science and Technology Studies)</em> Chapter Jepang bersama Bapak Duta Besar RI di Jepang mengajak Anda sekalian untuk berpartisipasi dalam <strong>SARASEHAN ISTECS GOLDEN WEEK</strong>, dengan tema &#8220;<em>Towards 50 Years of Indonesia- Japan Diplomatic Affairs&#8221;</em>.</p>
<p>Dalam acara ini, selain sebagai pembicara kehormatan adalah Bapak Duta Besar RI untuk Jepang, seorang Profesor dari Jepang dan pembicara dari Indonesia ikut berpartisipasi dalam acara yang tidak mudah untuk kita lewatkan begitu saja.</p>
<p>Karenanya kami mengundang rekan-rekan sekalian untuk hadir pada acara yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:<br />
<strong><br />
Hari    : Senin (hari libur Nasional Jepang)<br />
Tanggal : 30 April 2007<br />
Waktu   : 10:00 - 14.00 JST<br />
Tempat  : Hall Lantai 2 Balai Indonesia,<br />
Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT)<br />
4-6-6 Meguro, Meguro-ku, Tokyo, Jepang<br />
Agenda  : seperti dalam lampiran<br />
</strong></p>
<p>Acara ini juga akan disiarkan langsung melalui Radio Istecs dengan alamat :<br />
<a href="http://web.archive.org/web/20071201115213/http://japan.istecs.org/listen.pls"><strong>http://japan.istecs.org/listen.pls</strong></a></p>
<p>Demikian undangan ini disampaikan dan berharap kehadiran dan partisipasi rekan-rekan sekalian akan dapat memberikan masukan yang berharga buat bangsa kita dalam meningkatkan hubungan diplomatik di masa mendatang.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum wr wb<br />
ISTECS Chapter Jepang<br />
http://japan.istecs.org/</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
AGENDA SARASEHAN ISTECS GOLDEN WEEK<br />
&#8220;Menjelang 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia - Jepang&#8221;<br />
Senin, 30 April 2007</p>
<p>10:00-10:10 Pembukaan (Ketua Istecs)<br />
10:10-11:10 Pembicara 1<br />
Dr. H. Jusuf Anwar, SH, MA<br />
Dubes RI untuk Jepang<br />
Tema : &#8220;50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, sebuah tinjauan untuk meningkat kualitas hubungan timbal balik&#8221;</p>
<p>11:15-12-15 Pembicara 2<br />
Prof. Murai Yoshinori<br />
The Institute of Asian Cultures, Sophia University<br />
Tema : &#8220;ODA (Official Development Assistance) dalam hubungan diplomasi Jepang -Indonesia&#8221;<br />
12:15-13:15 Istirahat siang<br />
13.15-14.15 Pembicara 3<br />
Rofi&#8217; Munawar Lc, TRUSTCO Indonesia<br />
Tema : &#8220;Hubungan Indonesia-Jepang di era Reformasi dan ke depan, pandangan dari masyarakat Indonesia&#8221;<br />
14.15       Summary<br />
14.25       Penutup<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
*) Acara ini diseponsori oleh Garuda Indonesia Airlines</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.istecs.org/undangan-sarasehan-istecs-golden-week-2007/feed/</wfw:commentRss>
<enclosure url="http://web.archive.org/web/20071201115213/http://japan.istecs.org/listen.pls" length="67" type="audio/mpeg" />
		</item>
	</channel>
</rss>
